top of page

Pertanyaan Umum

Putri Bantal

Image by Alexander Grey

Istilah "Putri Bantal" biasanya digunakan untuk menggambarkan wanita dalam hubungan queer namun baru-baru ini mendapat perhatian media karena penerapannya pada wanita yang melakukan aktivitas seksual dengan pria heteroseksual.

Dalam ranah orientasi seksual lesbian, putri bantal mengacu pada wanita yang lebih memilih menerima kesenangan dan mencapai orgasme saat berhubungan seks daripada memberikan hal yang sama kepada pasangannya. Istilah ini sering digunakan dalam komunitas LGBTQ+, yang mencakup perempuan lesbian dan biseksual. Istilah ini dapat memiliki konotasi positif dan negatif, karena beberapa individu, terutama mereka yang memiliki preferensi dominan, merasa senang berada bersama putri bantal.

Urban Dictionary mendefinisikan putri bantal sebagai "seorang gadis dalam hubungan lesbian yang biasanya berada di bawah, lebih suka menerima daripada memberi." Putri bantal dikenal karena perannya yang patuh saat berhubungan seks, menikmati kenikmatan oral, dan menunjukkan kekuatan dalam pembicaraan kotor. Bertentangan dengan kesalahpahaman, menjadi putri bantal tidak selalu berarti kemalasan di tempat tidur; sebaliknya, ini menandakan memperoleh kesenangan dari dilayani selama hubungan seksual.

Istilah ini tidak eksklusif untuk komunitas LGBTQ+, karena individu heteroseksual juga menggunakannya untuk menggambarkan wanita yang menikmati perlakuan khusus di ranjang. Hal ini dapat diterapkan pada mereka yang menemukan atau mengeksplorasi seksualitasnya tanpa pernah menjalin hubungan timbal balik dengan pasangan sesama jenis. Majalah pria mungkin menggunakan istilah ini ketika membahas wanita heteroseksual, terkadang disinonimkan dengan "bintang laut" yang mengacu pada posisi seksual.

Sejarah frasa ini dimulai pada tahun 1990-an, berasal dari media queer untuk menggambarkan dinamika hubungan butch-femme. Konsep "putri bantal" mencerminkan dinamika sejarah di mana butch memulai dan memberikan kenikmatan seksual, sedangkan femme berperan sebagai "putri bantal" dan menerima perlakuan khusus. Istilah ini menjadi terkenal dalam publikasi langsung dari waktu ke waktu.

Penting untuk dicatat bahwa ada istilah lain, "ratu bantal", yang merujuk pada seseorang yang senang menjadi penerima seks. Ratu bantal mahir mendapatkan kesenangan dari pasangannya dan terbiasa dimanjakan.

Putri bantal biasanya mengidentifikasi diri sebagai perempuan dan menggunakan kata ganti dia, meskipun beberapa individu transgender dan non-biner juga dapat mengidentifikasi diri sebagai putri bantal dan menggunakan kata ganti netral gender seperti mereka. Komunitas LGBTQ+ dapat menggunakan bendera dengan tujuh garis warna untuk melambangkan ratu/putri bantal.

Untuk menentukan apakah seseorang termasuk putri bantal, faktor-faktor seperti senang menerima kesenangan, tidak suka memberi kesenangan, lebih memilih peran patuh, dan lebih menyukai bantal sutra dan seprai yang nyaman dapat dipertimbangkan.

bottom of page