top of page

Pertanyaan Umum

transgender

Image by Alexander Grey

Transgender adalah istilah yang mencakup individu yang perasaan internal gendernya berbeda dari jenis kelamin yang diberikan kepada mereka saat lahir berdasarkan karakteristik seks primer dan sekunder. Orang-orang tersebut mungkin mengalami ketidaknyamanan atau tekanan, yang mendorong keinginan untuk beralih ke gender yang mereka identifikasi.

Pengalaman menjadi transgender berbeda-beda; ada yang menyadarinya sejak kecil, ada pula yang melalui masa-masa penuh pertanyaan. Orang transgender dapat berjenis kelamin apa pun, memiliki orientasi seksual yang beragam, dan mungkin tidak mengikuti norma gender dalam masyarakat.

Mereka yang identitas gendernya sesuai dengan jenis kelaminnya disebut cisgender. Penting untuk mengenali beragam terminologi yang digunakan untuk individu transgender, karena preferensi mungkin berbeda antara individu dan komunitas.

Diskusi mengenai kaum transgender terutama berfokus pada identitas gender. Misalnya, seorang laki-laki trans mengidentifikasi diri sebagai laki-laki meskipun ia ditetapkan sebagai perempuan sejak lahir, sehingga menekankan pengalaman internal dibandingkan persepsi masyarakat. Perbedaan antara gender dan jenis kelamin sangatlah penting, karena gender mewakili pengalaman internal dan seks mengacu pada atribut fisik.

Istilah seperti "bertubuh laki-laki" dan "bertubuh perempuan" dianggap tidak tepat karena menyamakan gender dengan seks. Sebaliknya, terminologi "laki-laki/perempuan/interseks saat lahir" mengakui variasi dan perbedaan budaya dalam gender.

Konsep biner gender dan spektrum gender sangatlah penting. Biner gender hanya menempatkan dua gender (laki-laki dan perempuan), sedangkan spektrum gender melihat gender sebagai sebuah kontinum. Transisi gender dapat terjadi dalam berbagai bentuk, termasuk aspek sosial, hukum, dan medis, dimana individu mengalami disforia atau euforia berdasarkan kesejajaran gendernya.

Penting untuk tidak membuat asumsi tentang transisi seseorang, karena keinginan dan pilihannya berbeda-beda. Beberapa orang mungkin mengalami transisi di awal kehidupannya, sementara yang lain mengalami transisi di kemudian hari, dan tidak semua individu transgender menjalani operasi. Bahkan pasca transisi, individu mungkin tidak menyesuaikan diri dengan stereotip masyarakat yang terkait dengan identitas gendernya.

bottom of page